Rangkuman Materi IPS
Bagian
I (Kelas IX SMP)
1.
Rangkuman Materi IPS Kelas IX Bab I Semester 1 (Negara Maju dan Berkembang)
NEGARA BERKEMBANG & NEGARA MAJU
1.
CIRI-CIRI NEGARA
BERKEMBANG (DUNIA KETIGA)
2.
CIRI-CIRI NEGARA MAJU
3.
PERSEBARAN NEGARA MAJU
& BERKEMBANG
1.
A. Ciri-ciri
Negara Berkembang (Dunia Ketiga)
1.
Klasifikasi World
Bankmenjadi 4 (empat)
kategori :
1.
Negara berpendapatan
rendah (Low Income)=> GNP per kapita ≤ US$765,
2.
Negara berpendapatan
menengah rendah (Lower Middle Income)=> GNP per
kapita US$766 – 3.035,
3.
Negara berpendapatan
menengah tinggi (Upper Middle Income)=> GNP per
kapita US$3.036 – 9.385,
4.
Negara berpendapatan
tinggi (High Income)=> GNP per kapita≥ US$9.386.
2.
2. Klasifikasi
Negara Berkembang
Sistem PBB, menjadi 3
(tiga) golongan :
1.
Negara paling
terbelakang (Clause Develope),
2.
Negara berkembang (Developing Country),
3.
Negara kaya pengekspor
minyak & anggota OPEC.
4.
Ciri-ciri Negara berkembang ada 5 (lima) yaitu :
1.
Standar Hidup yang
Rendah,
Indikator Standar
Hidup Penduduk Suatu Negara a.l :
1). Pendapatan
Nasional Per Kapita,
Pengertian : jumlah
pendapatan nasional suatu negara selama satu tahun dibagi jumlah penduduk
Negara tersebut.
2). Tingkat
Pertumbuhan Pendapatan Nasional & Pendapatan Per Kapita,
3). Distribusi
Pendapatan Nasional,
4). Tingkat
Kemiskinan,
5). Kesehatan,
6). Pendidikan,
1.
Tingkat Produktivitas
yang Rendah,
2.
Tingkat Pertumbuhan
Penduduk & Beban Ketergantungan yang Tinggi,
3.
Ketergantungan yang
Tinggi thd Prod.Pertanian & Ekspor Brg Primer,
4.
Dominasi,
Ketergantungan, & Kerapuhan dlm Hub.Internasional.
5.
Tujuan
Utama Dunia Ketigaa.l :
1.
Memerangi kemiskinan.
2.
Mengatasi
ketidakmerataan distribusi pendapatan.
3.
Mengurangi tingkat
pengangguran.
4.
Memenuhi standar
minimal di semua bid. Kehidupan.
5.
Memperluas kesempatan
dibid. ekonomi & sosial.
6.
Membina keutuhan &
kesatuan sbg negara berbangsa.
1.
B. Ciri-ciri
Negara Maju
1.
Standar Hidup Tinggi,
Indikatornya a.l :
1.
Pendapatan Per Kapita
≥ US$9.000,
2.
Pertumbuhan Pendapatan
Lebih Cepat,
3.
Pemerataan Pendapatan
tdk ada kesenjangan,
4.
Kemiskinan tidak
mencolok,
5.
Kesehatan yang baik
(Perbaikan Gizi & Pelayanan Kesehatan).
6.
Tingkat Pendidikan
Tinggi (termasuk kualitas kesehatan fisik yg baik),
7.
Laju Pertumbuhan
Penduduk Rendah,
8.
Tingkat Pengangguran
Rendah
1.
C. Persebaran
Negara Maju & Negara Berkembang
1.
Negara Maju
1.
Eropa : Swedia,
Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, Italia, dll.
2.
Amerika : AS &
Kanada
3.
Asia : Jepang
4.
Australia &
Oseania : Australia & New Zealand
2.
Negara Pengekspor Minyak
1.
Asia : UEA, Qatar,
Kuwait, Iran, Irak, Arab Saudi, & Indonesia.
2.
Afrika : Nigeria,
Aljazair, & Libya.
3.
Amerika : Venezuela
3.
Negara Industri Baru
1.
Asia : Singapura,
Hongkong, Taiwan, & Korea Selatan.
2.
Amerika : Meksiko,
Brazil, & Ekuador.
3.
Eropa : Yunani &
Spanyol.
4.
Negara Berpendapatan Rendah
1.
Amerika : Nikaragua
& Haiti
2.
Afrika : Pantai
Gading, Ghana, Senegal, Nigeria, Ethiopia, Kamerun, Angola, dll.
3.
Asia & Pasifik :
Afganistan, Bangladesh, India, Kamboja, Korut, Papua Nugini, Kep.Solomon,
Tajikistan, Timor Leste, Vietnam, dll.
5.
Negara Berpendapatan Menengah
1.
Eropa : Albania, Bosnia
H, Serbia M, Korasia, Lithuania, dll.
2.
Amerika : Argentina,
Brazil, Kolombia, Meksiko, Uruguay, Venezuela, dll.
3.
Afrika : Mesir,
Maroko, Afrika Selatan, Tunisia, dll.
4.
Asia & Pasifik :
Samoa Amerika, Indonesia, Lebanon, Yordania, Kazakhstan, Malaysia, dll.
*************
2.
Rangkuman Materi IPS Kelas IX Bab 2 Semester 1 (Perang Dunia II)
PERANG DUNIA II
1.
A. PERANG DUNIA II
(SEBAB-JALANNYA-AKIBAT)
1.
1. LATAR
BELAKANG PD II
a) Sebab-sebab
Umum :
1)
Kegagalan LBB menciptakan perdamaian dunia, dikarenakan:
·
LBB menjadi alat
politik negara besar untuk mencari keuntungan.
·
Negara-negara besar
berbuat semaunya dengan menyerang negara lain.
·
AS tidak ikut sehingga
tidak efektif.
·
Keanggotaan LBB yang
sifatnya sukarela.
2) Negara-negara maju
berlomba memperkuat militer dan persenjataannya.
3) Adanya Politik
Aliansi (mencari kawan persekutuan), sehingga muncul dua blok besar, yaitu:
·
Blok Fasis : Jerman,
Italia, dan Jepang
·
Blok Sekutu, terdiri
atas:
ü Blok Demokrasi
: Perancis, Inggris, AS, dan Belanda
ü Blok Komunis :
Rusia, Polandia, Hongaria, Bulgaria, Yugoslavia, Rumania, dan Cekoslovakia.
4)
Adanya pertentangan akibat ekspansi :
ü Jerman dengan
“Lebensraum”nya (Jerman Raya).
ü Italia
dengan “Italia Irredenta”nya (Italia Raya).
ü Jepang
dengan “Hakko I Chi u”nya (Berkorban untuk negara).
5) Adanya Politik
Balas Dendam (“Revanche Idea”) Jerman thd
Perancis.
6)
Berkembangnya paham nasionalisme yang sempit.
7)
Timbulnya imperialisme baru (Politik Ekonomi).
b) Sebab-sebab
Khusus :
1)
Penyerbuan Jerman di Kota Danzig (Polandia) 1 Sept 1939.
2)
Penyerbuan Jepang terhadap Cina 1939
3) Penyerbuan Jepang
terhadap Pearl Harbour, Hawaii 7 Des 1941.
1.
2. JALANNYA
PD II & PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT
a) Medan
Eropa
·
1 Sept
1939 : Jerman menyerang
Polandia. Inggris & Perancis menyatakan perang thd Jerman.
·
9 Apr
1940 : Jerman
menyerang Denmark & Norwegia.
·
Mei 1940 :
Jerman mneduduki Belanda.
·
10 Juni 1940: Italia menyatakan
perang thd Perancis & Inggris.
·
Juni 1940 :
Jerman menduduki Perancis.
o
27 Sept 1940:Jerman,
Italia, dan Jepang bersatu dalam Perjanjian Tiga Negara.
o
22 Juni 1941: Jerman
(dibantu Finlandia & Rumania) menyerbu Rusia.
b) Medan
Afrika
·
Inggris memukul mundur
Italia di Afrika Utara.
·
23 Okt 1942 :
Sekutu menyerang Blok Sentral di Mesir.
·
19 Nov 1942 : Jerman
kalah melawan Rusia di Stalingrad
·
7 Mei
1945 : Jerman menyerah kpd sekutu di Reims, Perancis.
c) Medan
Asia Pasifik (Perang Asia Timur Raya)
·
7 Des
1941 : Jepang menyerang Pearl Harbour, Hawaii, setelah itu
menyerang beberapa Negara dikawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia.
·
Sistem Katak Loncat-
pimp. Jend. Douglas Mc Arthur & Laks. Chester Nimitz membalas serangan
Jepang.
·
7 Mei 1942
: Jepang kalah di Laut Karang dan Midway (Titik Balik pertama).
·
22 Okt 1944 : AS
merebut Filipina dari Jepang.
·
17 Mar 1945 : AS
merebut Iwo Jima-Jepang.
·
21 Juni 1945 :
AS merebut Okinawa-Jepang.
·
30 Apr 1945 :
Inggris (pimp. Lord Louis Mauntbatten) menyerbu Birma dari Jepang.
·
6 Agust 1945 : AS
menjatuhkan Bom Atom di Hiroshima.
·
9 Agust 1945 : AS
menjatuhkan Bom Atom di Nagasaki.
·
14 Agust
1945 : Jepang
menyerah tanpa syarat kepada sekutu.
·
2 Sept
1945 : Jepang menyerah (secara resmi) di Kapal Missouri, Teluk
Tokyo.
1.
3. AKIBAT
PD II
Timbullah
Perjanjian-perjanjian, antara lain:
1.
Konferensi
Postdam (2 Agust
1945)=> Sekutu-Jerman
Isinya:
1.
Jerman dibagi menjadi
4 daerah pendudukan.
2.
Danzig dikembalikan ke
Polandia.
3.
Tentara Jerman &
peralatan militernya dikurangi (Demiliterisasi).
4.
Penjahat perang (NAZI)
harus dihukum.
5.
Jerman bayar kerugian
perang kpd sekutu.
1.
Perdamaian
Paris(Feb 1947)=>
Sekutu-Italia
1.
Afrika Utara
diserahkan ke Inggris.
2.
Wilayah kekuasaan
Italia diperkecil.
3.
Italia diharuskan membayar
kerugian perang.
4.
Albania merdeka.
1.
Perjanjian
San Fransisco(8 September
1951)=> Sekutu-Jepang
1.
Kep.Jepang diawasi AS.
2.
Kep.Kurile &
Sakhalin Selatan diberikan pd Rusia. Sedangkan Manchuria & Taiwan kpd
Tiongkok.
1.
Penjahat perang
dihukum.
2.
Jepang bayar kerugian
perang kpd sekutu.
Akibat PD II berdampak
di empat bidang. Yaitu:
a) Bidang
Politik
1.
AS & Rusia (Uni
Sovyet) menjadi 2 Negara Adikuasa.
2.
Perang Dingin Blok
Barat (AS)- Timur (Uni Sovyet).
3.
Nasionalisme Asia
berkobar & timbul Negara merdeka.
4.
Muncul Politik Aliansi
(mencari kawan)=> contoh: NATO
5.
Muncul politik pecah
belah negara. Contoh: Jerman, Korea,Indo China & India.
b) Bidang
Ekonomi
1.
Banyak negara yang
perekonomiannya hancur.
2.
AS menjadi kreditur
dunia.
3.
Muncul Program AS utk
membendung komunisme & menanamkan pengaruh AS di Eropa & seluruh dunia
seperti: Marshall Plan (1947).
c) Bidang
Sosial
PBB membentuk UNRRA (United Nations Relief Rehabilitation Administration)
Tugasnya antara lain:
1.
Memberi makan orang
terlantar.
2.
Mendirikan RS.
3.
Mengurus pengungsi.
4.
Membenahi tanah yang
rusak.
d) Bidang
Kerohanian
1.
Timbulnya kebutuhan
rasa aman dan perdamaian dunia.
2.
Lahirnya PBB atau UNO
(United Nations Organization) 24 Okt 1945.
1.
B. Perang
Dunia II di Asia Pasifik
ü PD II di Asia
Pasifik dimulai sejak Jepang menyerang pangkalan militer AS di Pearl Harbour,
Hawaii pada 7 Des 1941.
ü Di Bulan Desember
1941 Jepang juga telah menguasai sebagian pulau-pulau di Filipina dan Myanmar.
ü 15 Jan 1942 Sekutu
membentuk ABDACOM (American, British,
Dutch Australia, Command) di Lembang Pimp. Sir Archibald Wavell (Inggris).
ü Sekutu juga
membentuk Front ABCD (American, British, China, Dutch).
ü 24 Jan1942 Jepang
menduduki Tarakan, Balikpapan, dan Kendari.
ü Kemudian Jepang
selanjutnya menguasai Samarinda, Banjarmasin, Ambon, Palembang.
ü 1 Maret 1942 Jepang
mendarat di Teluk Banten, Eretan Wetan (Jabar) dan di Kragan (Jateng).
ü 5 Maret 1942
Batavia jatuh ke Jepang disusul dgn didudukinya Buitenzorg (Bogor).
ü 8 Maret 1942 Belanda
menyerah tanpa syarat kpd Jepang di Kalijati, Subang (Jabar). Penyerahan
ditandatangani LetJend. Ter Poorten (Hindia Belanda) dan Jend. Hitosyi Imamura.
PENGARUH KEBIJAKAN PENDUDUKAN JEPANG DAN
BENTUK PERLAWANAN RAKYAT DI INDONESIA
1.
D. Pengaruh
Kebijakan Pemerintah Pendudukan Jepang di Indonesia
1.
Sistem
Pemerintahan
·
Cara Jepang menarik
simpati:
1.
“Jepang Saudara Tua”
bangsa Indonesia.
2.
Bhs. Indonesia sbg
bahasa resmi selain Bhs. Jepang.
3.
Gerakan 3A (dipimp. Mr
Syamsuddin), yang berarti Cahaya, Pelindung, Pemimpin Asia, sekaligus para
tokoh nasional diangkat sbg pimp. PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat).
1.
MIAI (Majelis Islam
A’la Indonesia) tetap dizinkan berdiri.
2.
Bendera Merah Putih
boleh berkibar dan Lagu Indonesia Raya boleh berkumandang.
3.
Wajib menyerahkan besi
tua utk alat perang.
4.
Seluruh peninggalan
Belanda disita.
·
Sistem hukum berubah
scr mendasar dgn diberlakukannya pemerintahan militer sementara dan jabatan
Gubernur Jenderal dihapus.
·
Mulai 5 Agust 1942
berlaku pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia.
·
Pemerintah daerah di
Jawa terdiri dari:
1.
Syu (Karesidenan dipimp. Syucho)
2.
Si (Kotamadya dipimp. Sicho)
3.
Ken (Kabupaten dipimp. Kencho)
4.
Gun (Kawedanan dipimp. Guncho)
5.
Son (Kecamatan dipimp. Soncho)
6.
Ku (Desa/Kelurahan dipimp. Kuncho)
·
Berlakunya penyerahan
padi scr paksa berakibat: bencana kelaparan, peningkatan angka kematian,
penurunan tingkat kesehatan, keadaan sosial memburuk.
·
Pemberlakuan Romusha =
tenaga kerja paksa utk membangun objek-objek vital.
1.
2. Pengaruh
Kebijakan Pemerintah Pendudukan Jepang
2.
Bidang
Politik
·
Kegiatan politik
dilarang keras, kecuali thd Islam Nasionalis.
·
MIAI yg didirikan K.H.
Mas Mansyur (Surabaya 1937) tetap berjalan.
·
Tidak efektinya
Gerakan 3A shg dibubarkan Des 1942.
1.
b. Bidang
Ekonomi
·
Kebijakan ekonomi diprioritaskan
utk perang (Pola ekonomi Perang).
o
Jawa dibagi dalam 17
Autarki (berdiri di atas kaki sendiri).
o
Sumatera dibagi dalam
3 Autarki dan 3 Minseifu (diperintah AL Jepang).
o
SDA Indonesia
dimanfaatkan utk biaya perang dgn cara-cara:
1)
Petani wajib setor hasil panen.
2)
Hutan ditebang utk industri perang.
3)
Perkebunan yg tdk terkait perang dimusnahkan.
4)
Ternak dipotong utk konsumsi tentara Jepang.
·
Pengerahan Romusha dgn bujukan ataupun paksaan.
·
Panitia pengerah Romusha disebut Romukyokai.
·
Kerja bakti sukarela
pamong praja dan pegawai rendahan disebut Kinrohoshi.
·
Utk mengawasi penduduk
agar gerakan jepang terlaksana dibentuk Tonarigumi (RT)
di desa-desa.
1.
c. Bidang
Militer
1) Seinendan (Barisan Pemuda): semi militer,
tenaga cadangan utk Jepang.
2) Keibodan (Barisan Pembantu Polisi): semi
militer, di sumatera disebut Bogodan, di
kalimantan di sebutBorneo Konen Hokukudan.
3) Fujinkai (Barisan Wanita): mengumpulkan dana
wajib berupa perhiasan, ternak, dan bahan makanan utk perang.
4) Heiho (Pembantu Prajurit Jepang): militer
resmi, sbg pemindah peluru & senjata, sekaligus pemeliharanya.
5) Syuisyintai (Barisan Pelopor): 25 Sept 1944
dipimp. Ir. Soekarno dibantu Otto Iskandardinata, R.P. Suroso, & drs.
Buntaran Martoatmojo. Bertugas utk para pemuda dewasa agar semangat dlm militer
utk perlawanan rakyat.
6) Jawa Hokokai(Perhimpunan Kebaktian Rakyat Jawa): 1
Maret 1944, org resmi pemerintah yg dipimp.Guneiseikan (Kepala
Pemerintahan Militer dijabat kepala staf tentara). Tugasnya: menggerakkan
rakyat utk mengumpulkan pajak, upeti, dan hasil pertanian rakyat.
7) PETA (Pembela Tanah Air): 3 Oktober 1944. Di
Sumatera disebut Gyugun bertugas mempertahankan
tanah air Indonesia. tokohnya: Jend. Sudirman, Gatot Soebroto, Jend. Ahmad Yani,
Supriyadi.
1.
d. Bidang
Sosial Budaya
·
Media massa diawasi
ketat.
·
Ø Pertumbuhan Bhs.
Indonesia tdk dpt dibendung krn lenyapnya Bhs. Belanda.
1.
E. Bentuk-bentuk
Perlawanan Rakyat dan Pergerakan Kebangsaan Melalui MIAI, Gerakan Bawah Tanah,
Perjuangan Bersenjata
1.
1. Perjuangan
Melalui Organisasi Bikinan Jepang
2.
a. Memanfaatkan
Gerakan PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat)
·
Ø Pemimpinnya Empat
Serangkai: Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansyur.
·
Ø Tujuan Jepang bentuk
PUTERA adlh agar kaum nasionalis & intelektual menyumbangkan tenaga &
pikiran utk Jepang.
·
Ø PUTERA justru
membela rakyat, mental dan semangat nasionalisme, cinta tanah air, anti
kolonialisme, & imperialisme.
·
Ø April 1944
dibubarkan Jepang.
1.
b. Memanfaatkan
Barisan Pelopor (Syuisyintai)
·
Bagian dari Jawa
Hokokai, dipimp. Ir Soekarno.
·
Ø Sbg penyalur
aspirasi nasionalisme dan perkuat pertahanan pemuda.
1.
c. Memanfaatkan Chuo
Sang In (Badan Penasihat Pusat)
·
Ø Dibentuk 5 Sept
1943. Ketuanya Ir. Soekarno (23 Jepang & 20 Indonesia).
·
Ø Bertugas memberi
nasihat atau pertimbangan kpd Seiko Sikhikan (pemimpin
tertinggi militer Jepang di indonesia).
1.
2. Perjuangan
Melalui Organisasi Islam Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI)
ü Berdiri 21
Sept 1937 di Surabaya oleh K.H. Mas Mansyur.
ü Okt 1943
dibubarkan Jepang krn kurang memuaskan pihak Jepang & diganti oleh MASYUMI
(Majelis Syuro Muslimin Indonesia)disahkan Gunseikan pada
22 Nov 1943.
1.
3. Perjuangan
Melalui Gerakan Bawah Tanah
2.
a. Gerakan
Kelompok Sutan Syahrir
·
Ø Pendukung demokrasi
parlementer model Eropa Barat & menentang Jepang krn merupakan negara
fasis.
·
Ø Pengikutnya para
pelajar Jakarta-Surabaya-Cirebon-Garut-Semarang.
1.
b. Gerakan
Kelompok Amir Syarifuddin
·
Kelompok ini anti
fasis dan menolak kerja sama dgn Jepang.
1.
c. Golongan
Persatuan Mahasiswa
·
Ø Beranggotakan
mahasiswa Sekolah Kedokteran di Jl. Prapatan 10 & BAPERPI (Badan
Permusyawaratan Pelajar-Pelajar Indonesia)di Cikini Raya 71. Tokohnya Supeno
(ketua) dan Burhanuddin Harahap.
1.
d. Kelompok
Sukarni
·
Sangat berperan di
proklamasi kemerdekaan.
·
Tokohnya Adam Malik,
Pandu Kartawiguna, Chaerul Saleh, & Maruto Nitimiharjo.
1.
e. Kelompok
Pemuda Menteng 31
·
Ø Beranggotakan
kelompok Sukarni, ditambah Chaerul Saleh, A.M. Hanafi, Khalid, Rasjidi, & Djamhari.
·
Ø Bermarkas di Asrama
Gedung Menteng 31 Jakarta, tempat menggerakkan semangat nasionalisme.
1.
f. Golongan Kaigun
·
Bekerja pada AL
Jepang.
·
Kelompok ini
mendirikan asrama Indonesia Merdeka di Jl. Bungur Besar No. 56 Jakarta atas
usul Laks.Muda Maeda pada Oktober 1944.
·
Pengurusnya Mr. Ahmad
Soebardjo (Ketua) dibantu Wikana.
Gerakan-gerakan di
atas melakukan kegiatan a.l. sbb:
a)
Berkomunikasi dlm semangat nasionalisme.
b)
Menyiapkan kekuatan utk kemerdekaan.
c)
Mempropagandakan kemerdekaan.
d)
Memantau Perang Pasifik.
1.
4. Perjuangan
Melalui Perlawanan Bersenjata
2.
a. Perlawanan
Bersenjata yang Dilakukan Rakyat
1)
Cot Pleing: 10 Nov 1942 dipimp. Tengku Abd. Jalil.
2)
Pontianak: 16 Okt 1943 Tokohnya Utin Patimah (Dayak).
3) Sukamanah,
Singaparna, Jabar: 25 Feb 1944 dipimp. KH Zainal Mustapha krn tdk setuju dgn “Seikeirei”.
4) Cidempet, Lohbener,
Indramayu: 30 Juli 1944 dipimp. H. Madriyas dkk.
5) Irian Jaya: Biak
(1944) dipimp. L. Rumkoren, di Yapen Selatan dipimp. Nimrod & S. Papare, di
Tanah Besar dipimp. Simson.
1.
b. Perlawanan
Bersenjata yang Dilakukan PETA
1) Blitar (29 Feb
1945): dipimp. Syodanco Supriyadi, Syodanco Muradi, & Dr. Ismail.
2) Meureudu, Aceh (Nov
1944): dipimp. Perwira Gyugun T.
Hamid.
3) Gumilir, Cilacap
(April 1945): dipimp. Bundanco (pemimpin
regu) Kusaeri dkk.
3. Rangkuman
Materi IPS Kelas IX Bab 3 Semester 1 (Upaya Mempertahankan Kemerdekaan RI)
USAHA PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN
INDONESIA
1.
A. Faktor-Faktor yang Menyebabkan
Terjadinya Konflik antara Indonesia dengan Belanda
1.
1. Kedatangan
Tentara Sekutu Diboncengi oleh NICA
·
14 September 1945:
Mayor Greenhalgh tiba di Jakarta untuk mempelajari dan melaporkan keadaan
Indonesia menjelang pendaratan sekutu.
·
29 September 1945:
sekutu mendarat di Indonesia dan melucuti tentara Jepang dan dilaksanakan oleh
SEAC pimpinan Lord Louis Mountbatten yang membentuk komando khusus AFNEI
pimpinan Sir Phillip Christison yang memiliki 5 tugas yaitu terima kekuasaan
dari Jepang, bebaskan tawanan perang, memulangkan Jepang, menegakkan damai,
menuntut penjahat perang.
·
AFNEI di Sumatera
& Jawa.
·
Sekutu ternyata
membawa NICA atau pegawai sipil Belanda.
1.
2. Kedatangan
Belanda (NICA) Berupaya untuk Menegakkan Kembali Kekuasaannya di Indonesia
·
NICA mempersenjatai
KNIL (tentara kerajaan Belanda), memprovokasi memancing kerusuhan.
·
1 Okt 1945 Christison
mengakui Pemerintahan RI secara de facto untuk kelancaran tugasnya.
·
Nyatanya sekutu sering
membuat huru hara sehingga Bangsa Indonesia melawan melalui cara Diplomasi dan
Senjata.
1.
B. Peran
Dunia Internasional dalam Penyelesaian Konflik Indonesia-Belanda
1.
1. Peranan
Perserikatan Bangsa-Bangsa
·
25 Maret 1947
Persetujuan Linggajati, namun dilanggar Belanda dengan Agresi Militer I pada 21
Juli 1947.
·
31 Juli 1947 India
& Australia ajukan masalah RI-Bld ke DK-PBB.
·
1 Agust 1947 Resolusi
DK-PBB keluar untuk hentikan tembak menembak dan diselesaikan scr damai melalui
Arbitrase.
·
25 Agust 1947
DK-PBB menerima usul AS membentuk Komisi Jasa-jasa Baik yg dikenal KTN
beranggotakan: Australia, Belgia, AS.
·
8 Desember 1947
Perundingan Renville di Teluk Jakarta yg berakibat wilayah RI makin sempit.
1.
2. Peranan
Konferensi Asia dan Resolusi Dewan Keamanan PBB
·
19 Des 1948 Agresi
Militer II, sehingga PM India & Burma usul Konferensi.
·
20-23 Jan 1949
Konferensi Asia, RI a.l diwakili: Mr. AA Maramis & Dr. Soemitro
Djojohadikusumo.
·
Konferensi Asia
hasilkan 4 Resolusi a.l: Pemerintahan RI kembali ke Yogya, bentuk ad interim sebelum 15 Maret 1949, tarik tentara
Belanda, serahkan kedaulatan ke NIS paling lambat 1 Januari 1950.
·
28 Jan 1949 DK-PBB
keluarkan resolusi: desak Bld hentikan opreasi militer & hentikan gerilya
RI, desak Bld bebaskan tawanan politik-pemerintahan RI ke Yogya.
·
Anjurkan perundingan
lagi RI-Bld, buat Dewan Pembuat UUD NIS paling lambat 1 Juli 1949.
·
KTN diubah menjadi
UNCI untuk melancarkan perundingan, urus pengembalian pemerintahan RI.
1.
C. Pengaruh
Konflik Indonesia-Belanda terhadap Keberadaan Negara Kesatuan Republik
Indonesia
1.
1. Keberadaan
Negara Kesatuan Republik Indonesia Pada waktu Agresi Militer Belanda Pertama
·
Politik: Bld Kepung
Ibukota RI & hapus RI dari Peta.
·
Ekonomi: Bld kuasai
JABAR-JATIM sbg pnghasil beras, Sumatera pnghasil bahan ekspor.
·
Militer; Penghancuran
TNI.
·
Namun, penghancuran
TNI sulit krn TNI ber-gerilya.
·
18 Nov 1946 Liga Arab
mengakui kemerdekaan RI.
1.
2. Keberadaan
Negara Kesatuan Republik Indonesia Pada waktu Agresi Militer Belanda Kedua
·
Saat Agresi Militer
Belanda II, para pimpinan RI ditawan & Yogyakarta jatuh.
·
19 Des 1948 Syafrudin
Prawiranegara (Menteri Kemakmuran) berhasil dirikan PDRI di Bukitinggi,
Sumatera.
·
Rakyat & TNI di
pimpin Jend. Soedirman melakukan siasat perang gerilya di sekitar JATENG s. d
JATIM (Yogyakarta, Surakarta, Madiun, Kediri).
·
Resolusi DK-PBB tidak
dipatuhi Bld, RI lakukan Serangan Umum 1 Maret 1949 dgn memukul mundur Bld dari
Yogyakarta selama 6 jam yang membuktikan RI masih ada &
TNI masih kuat.
D.
Aktivitas Diplomasi Indonesia di Dunia Internasional untuk Mempertahankan
Kemerdekaan Indonesia
1.
a. Perundingan
Awal hingga Hooge Velowe
ü Perundingan
awal, 10 Februari 1942, Dr. H.J Van Mook (Belanda) : Indonesia akan dijadikan
NegaraCommonwealth & masalah dalam negeri diurus
Indonesia, tapi urusan luar negeri diurus pemerintah Belanda.
ü RI punya
usulan balasan, 12 Maret 1946 yang salah satunya berbunyi : RI harus diakui sbg
negara berdaulat penuh atas wilayah bekas Hindia Belanda.
ü Tanggal 14-25
April 1946 terjadi perundingan resmi di Hooge Velowe (Belanda)yang berisi
tuntutan RI atas Jawa, Madura, & Sumatera, sedangkan Belanda hanya
menyetujui Jawa & Madura. Maka perundingan tsb mengalami kegagalan.
1.
b. Perundingan
Linggajati
ü 10 Nov 1946,
RI diwakili Sutan Syahrir, Belanda oleh Schermerhorn, & penengah Lord
Killearn (Inggris).
ü Isi
perundingan :
1). Belanda scr de facto mengakui RI meliputi Sumatera, Jawa,
& Madura.
2). RI-Belanda akan
bekerja sama membentuk RIS.
3). RIS & Belanda
akan membentuk Uni Indonesia-Belanda (Ketua : Ratu Yuliana).
ü Ternyata
perundingan tsb ditafsirkan berbeda oleh kedua pihak sehingga terjadi : Agresi
Belanda I 20 juli 1947.
ü 1-8-47 DK-PBB
memerintahkan penghentian tembak menembak, akhirnya 4-8-47 agresi berakhir
namun Belanda masih memiliki Garis van Mook (Batas
terakhir wilayah yg dikuasai).
1.
Perundingan
Renville (Kapal
Pengangkut Pasukan AS)
ü Sejak 8 Des
1947 dgn dihadiri KTN (komisi Tiga Negara): Australia, Belgia & AS.
ü Wakil RI =
Amir Syarifuddin; Wakil Belanda : R.Abdulkadir Wijoyoatmodjo.
ü Hasil
perundingan a.l :
1). Penghentian
tembak-menembak.
2). Di Garis van Mook harus dikosongkan pasukan RI.
3). Belanda bebas
membentuk Negara federal melalui Plebisit (Jajak
Pendapat).
ü Scr umum hasil
tsb sangat merugikan RI.
ü 18 Des 1948
Belanda merasa tdk terikat Renville lagi, shg besoknya melakukan
Agresi Militer II dgn menyerbu & menduduki Yogyakarta.
ü Pada saat itu,
para tokoh nasional : Soekarno, M.Hatta, Sutan Syahrir, Agus Salim, &
AK.Pringodigdo diasingkan Belanda ke tempat yang berbeda agar terisolasi serta
tak bisa saling kontak.
ü Perlawanan d
luar kota dipimpin Jend.Soedirman.
ü Pada saat itu
ada peristiwa terkenal Serangan Umum Satu Maret 1949 yang berhasil menguasai
Yogyakarta selama 6 jam dipimpin Letkol. Soeharto utk menunjukkan bhw TNI masih
ada, keberhasilan tsb didukung karena bantuan Sultan Hamengkubuwono IX.
1.
d. Perundingan
Roem Royen
ü PBB membentuk
UNCI (United Nations Comisssion for Indonesia) atau Komisi
utk Indonesia (Diketuai : Merle Cochran-AS) yg bertujuan mempertemukan
Indonesia (Diwakili : Muh.Roem) & Belanda (diwakili : Dr.van Royen) dimulai
17 April 1949.
ü Pada 7 Mei
1949 tercapai persetujuan dgn nama : Roem-Royen Statements .
1.
e. Konferensi
Meja Bundar (KMB)
ü Merupakan
puncak perjuangan Bangsa Indonesia dlm mempertahankan kedaulatan yang terus
diusik Belanda.
ü KMB
berlangsung di Den Haag pada 23 Agustus 1949.
ü Setelah
berlarut-larut tercapai persetujuan a.l :
1). Belanda mengakui
RIS sbg Negara berdaulat & merdeka.
2). Masalah Irian
Barat akan diselesaikan dlm satu tahun setelah pengakuan kedaulatan.
ü RI diwakili :
Moh.Hatta, Belanda : J.H. Van Maarseveen, & UNCI : Merle Cochran.
ü Berdasarkan
KMB pada 27 Desember 1949, Ratu Yuliana menandatangani Piagam Pengakuan
Kedaulatan di Amsterdam.
ü Sejak itulah
kedaulatan Indonesia telah diakui secara sah.
E.
Perjuangan Rakyat dan Pemerintah di Berbagai Daerah dalam Usaha Mempertahankan
Kemerdekaan Indonesia
1. Pertempuran
Surabaya
ü 25 Oktober
1945 pasukan Sekutu dipimpin Brigjend. A.W.S. Mallaby (diboncengi Belanda NICA)
tiba di pelabuhan Tanjung Perak, shg menimbulkan perang besar di Surabaya.
ü Pada awal
November 1945 Brigjend Mallaby tewas, lalu pimpinan AFNEI Mayjen R.C. Mansergh
pada 9 Nov 945 mengultimatum rakyat Surabaya untuk menyerah tanpa syarat tapi
tidak berhasil, justru terjadi pertempuran besar pada 10 Nov 1945 di Surabaya,
tokoh penyemangat yang terkenal saat itu adalah Bung Tomo.
2.Pertempuran
Ambarawa
ü Pada 15-20
oktober 1945 terjadi perlawanan rakyat Semarang selama lima hari, yg
menggugurkan 2000 pemuda dan diperingati dengan Monumen
Tugu muda.
ü Pada 21
Oktober 1945 tentara sekutu berusaha membebaskan Belanda yg ditawan, namun
mendapat perlawanan TKR & pejuang Indonesia lainnya shg dikenal dgn
Pertempuran Ambarawa yg dipimpin Kol.Isdiman & para pejuang lainnya shg
dibuatlah Monumen Palagan Ambarawa.
3.
Pertempuran Medan Area & Sekitarnya
ü Pada 10
Desember 1945 tentara sekutu menyerang Medan, akhirnya TKR (Pelopor: Achmad
Tahir) & rakyat Medan membentuk Komando Resimen Laskar Rakyat Medan Area
berpusat di Sudi Mengerti, Trepes-Medan.
F.
Kronologi Berbagai Peristiwa Penting Baik di Tingkat Pusat Maupun Daerah dalam
Usaha Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia
1.
Bandung Lautan Api
ü 17 Okt 1945
sekutu tiba di Bandung.
ü Sekutu
ultimatum agar Bandung Utara dikosongkan TRI paling lambat 29 November 1945.
ü 23 Maret 1946
Sekutu ultimatum lagi agar Bandung dikosongkan TRI, namun, TRI membumihanguskan
Bandung Selatan sebelum meninggalkan Kota Bandung. Peristiwa itulah yang
dikenal Bandung Lautan Api.
2.
Puputan Margarana
ü Pada 2 maret
1946 Belanda tiba di Bali.
ü Pada 16 Mei
1946 Kapten J.B.T. Koning meminta berunding dgn I Gusti Ngurah Rai namun
ditolak.
ü Pada 20 Nov
1946 di Desa Marga, Tabanan terjadi pertempuran habis-habisan (puputan) & I
Gusti Ngurah Rai serta pasukannya gugur.
3.
Peristiwa Westerling di Makasar
ü Gubernur
SulSel Dr. GSSJ Ratulangi Pusat Pemuda Nasional Indonesia (PPNI).
ü Untuk
menggerakkan perjuangan dibentuk LAKRIS (Laskar Pemberontak Indonesia Sulawesi)
salah satu tokohnya Sekjend Robert Wolter Monginsidi.
ü Desember 1946
Raymond Westerling (Belanda) tiba di SulSel untuk “membersihkan” SulSel dari
pejuang Republik dan menumpas penentang pembentukan Negara Indonesia Timur.
4.
Serangan Umum 1 Maret 1949
ü Atas
persetujuan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, maka Letkol Soeharto memimpin
Serangan Umum 1 Maret 1949 yang berhasil menguasai Yogyakarta selama 6 jam yang
kabarnya tersiar hingga ke India & New York, AS.
ü Arti
pentingnya:
1.
Ke dalam: Meningkatkan
semangat pejuang RI, mendukung diplomasi,
1.
Ke Luar: Menunjukkan
kpd Internasional bhw TNI punya kekuatan, mematahkan moral Belanda.
G.
Faktor-Faktor yang Memaksa Belanda Keluar dari Indonesia
1.
Dari Dalam:
1.
Belanda sadar
militernya tak cukup kuat tundukkan RI.
2.
Perang, rugikan
perkebunan dan pabrik Belanda.
3.
Belanda tdk dpt
dukungan politik dari dalam negeri Indonesia.
4.
Pejuang RI tetap
bergerilya & serangan umum.
2.
Dari Luar:
AS ancam hentikan
bantuan pembangunan pada Belanda.
4. Rangkuman
Materi IPS Kelas IX Bab 4 Semester 1 (Pasca Pengakuan Kedaulatan RI )
1.
PROSES KEMBALI KE NKRI
2.
PEMILU I 1955 DI
TINGKAT PUSAT & DAERAH
3.
DEKRIT PRESIDEN &
PENGARUHNYA
4.
DAMPAK HUBUNGAN
PUSAT-DAERAH TERHADAP KEHIDUPAN POLITIK NASIONAL & DAERAH SAMPAI AWAL TAHUN
1960-AN
1.
A. PROSES
KEMBALI KE NKRI
ü Dalam KMB
dinyatakan bahwa RIS terdiri dari 7 (Tujuh) negara bagian dan 9 (Sembilan)
daerah otonom.
ü Pembentukan
negara federal RIS tetap dipandang sbg hasil politik kolonial Belanda untuk
memecah belah persatuan bangsa Indonesia.
ü Presiden
Soekarno menyampaikan naskah Piagam Pernyataan terbentuknya NKRI dlm sidang
gabungan DPR & Senat RIS pada 15 Agustus 1950. Perubahan ini berlaku sejak
17 Agustus 1950, ketika RIS menjadi NKRI.
ü Berdasarkan
UUDS 1950 NKRI menganut sistem demokrasi liberal, shg secara konkret RI
menganut sistem kabinet parlementer.
ü Jadi, Presiden
hanya berfungsi sbg Kepala Negara, sedangkan fungsi Kepala Pemerintahan
dipegang oleh Perdana Menteri.
ü Para menteri
& perdana menteri bertanggung jawab kepada parlemen (DPR).
ü Dalam
pemerintahan liberal juga berlaku sistem multi partai.
1.
1. Jatuh
Bangun Pemerintahan Masa Demokrasi Liberal
1.
a. Kabinet
Natsir (6 Sept 1950- 2 Mar
1951)
ü Merupakan
Kabinet Koalisi (Gabungan) tapi mayoritas dari Masyumi.
ü Kabinet ini
gagal mengembalikan Irian Barat ke NKRI shg masyarakat sipil & militer
pesimis.
1.
b. Kabinet
Sukiman (26 Apr 1951- Feb 1952)
ü Salah satu yg
menonjol adlh Nasionalisasi de Javasche Bank pada
28 Mei 1951.
ü Kebijakan
politik luar negeri saat itu condong ke AS shg RI mendapat bantuan di
bidang ekonomi & militer.
ü Namun kurang
mendapat kepercayaan masy, apalagi juga gagal menangani Irian Barat.
1.
c. Kabinet
Wilopo (30 Mar 1952- 2 Juni
1953)
ü Wilopo (dari
PNI) sbg Perdana Menteri (PM), sdgkan Prawoto Mangkusasmito (dari Masyumi)sbg
Wakil PM.
ü Kedua partai
tsb kurang harmonis, krn saling curiga, shg PNI mencari sekutu lain yaitu PKI
& sejak 1953 juga menggandeng NU.
ü Program Kerja
cabinet Wilopo : memilih anggota konstituante, DPR, DPRD, meningkatkan
kemakmuran rakyat, membebaskan Irian Barat, serta politik LN yang bebas aktif.
ü Gagal
menyelesaikan masalah perkebunan di Sumatera, dikenal Peristiwa Tanjung Morawa.
1.
d. Kabnet
Ali I (31 Juli 1953 – 24
Juli 1955)
ü Memiliki
keberhasilan, salah satunya : KAA di Bandung (18-24 Apr 1955).
ü Gagal dlm
hubungan dgn militer terkait “Peristiwa 17 Oktober 1952” (Demontrasi masyarakat
& TNI-AD utk membubarkan DPR yg ikut campur masalah angkatan bersenjata).
1.
e. Kabinet
Burhanudin Harahap (12
Agust 1955 – 3 Maret 1956)
ü Burhanuddin H
dari Masyumi.
ü Kabinet ini
lazim dikenal sebagai “Politik Dagang Sapi” (Partai kecil dapat 2 kursi,
padahal biasanya hanya 1 kursi).
ü Berhasil
mengadakan Pemilu pertama 1955.
1.
f. Kabinet
Ali Sostroamidjojo (24
Maret 1956 – Maret 1957)
ü Merupakan
Kabinet Koalisi tiga partai besar (PNI, NU, & Masyumi)
ü Mendapat
tentangan dari PSI dan PKI.
ü Bermasalah
dengan semangat anti Cina di masyarakat & kekacauan di daerah.
1.
g. Kabinet
Djuanda (Maret 1957 – Juli
1959)
ü Merupakan
kabinet ekstra parlementer ( bukan dari kalangan parlementer).
ü Disebut juga
Kabinet Kerja/Karya.
ü Kabinet
terakhir di masa Demokrasi Liberal.
1.
2. Pemilu
1955
ü Pemilu 29 Sept
1955 : memilih anggota DPR.
ü Pemilu 11 Des
1955 : memilih anggota Konstituante (sidang Pembuat UUD).
ü Melahirkan 4
partai besar : PNI, Masyumi, NU, & PKI.
ü Pemilu 1955
tidak mampu menghasilkan pemerintah yang kuat & stabil, krn tidak satupun
diantara 4 partai yang mampu menjadi kekuatan mayoritas tunggal.
1.
3. Dekrit
Presiden 5 Juli 1959
ü DPR &
Dewan Konstituante ternyata tidak mampu memperjuangkan kepentingan rakyat.
ü Dalam situasi
krisis, pemerintah perlu menjamin kesatuan nasional, ketertiban kenegaraan ,
dan pembangunan ekonomi.
ü 5 Juli 1959
Presiden Soekarno mengumumkan Dekrit Presiden yang
berisi :
1.
Pembubaran
Konstituante.
2.
Berlakunya UUD 1945
(Tidak berlakunya UUDS 1950)
3.
Pembentukan DPAS
(Dewan Pertimbangan Agung) & MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat
Sementara).
1.
B. ORDE
LAMA
1.
1. Sentralisasi
Kekuasaan
·
Sistem pemerintahan
ketika itu berubah dari kabinet parlementer menjadi presidensial (Presiden sbg
Kepala Negara & Kepala Pemerintahan).
·
Lalu dibentuk MPRS, yg
mengakibatkan penyimpangan UUD 1945, a.l. :
1). Presiden
mengangkat Ketua MPRS, A.H. Nasution sbg menteri (pembantu presiden),
padahal MPRS adalah lembaga tertinggi Negara.
2).DPR hasil pemilu
dibubarkan melalui Penetapan Presiden No.3 tahun 1960,
·
Dgn demikian Sistem
Demokrasi Terpimpin berarti pemusatan kekuasaan di tangan Presiden Soekarno.
1.
2. Pembentukan
Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS)
·
Tugas DPAS : memberi
jawaban atas pertanyaan presiden & mengajukan usul kepada pemerintah.
·
Kongres Pemuda di
Bandung (Feb 1960)Presiden menyatakan bahwa intisari Manipol : UUD 1945,
Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, Kepribadian
Indonesia (USDEK).
1.
3. Pembentukan
Front Nasional
·
Adalah Ormas yg
dibentuk akhir 1959, bertujuan memperjuangkan cita-cita proklamasi & yang
terkandung di UUD 1945.
·
Sayangnya, ormas ini
menjadi alat PKI untuk mencapai tujuan komunis.
1.
4. Politik
Mercusuar
·
Politik yg
berpandangan bahwa Indonesia adalah mercusuar yg dapat menerangi jalan bagi
NEFOS (New Emerging Forces = kekuatan baru yg muncul sbg negara2 yg anti
imperialisme & kolonialisme ) di seluruh dunia.
·
Proyek Mercusuar :
MONAS, Senayan, Jembatan Ampera Palembang, & GANEFO.
1.
5. Komando
Dwikora
·
Isi Dwi Komando Rakyat
(3 Mei 1964):
1). Perhebat ketahanan
revolusi.
2). Bantu perjuangan
revolusioner rakyat Malaysia, Singapura, Sabah, dan Brunei untuk menggagalkan
Negara Boneka Malaysia.
1.
6. Keluar
dari PBB
·
7 Januari 1965
Presiden Soekarno mengomandoi keluarnya RI dari PBB krn menolak masuknya
Malaysia ke PBB.
·
Politik konfrontasi
tsb menyebabkan RI diisolasi dari masyarakat internasional.
1.
C. PERKEMBANGAN
EKONOMI PASCAKEMERDEKAAN
1.
1. Menembus
Blokade Ekonomi Belanda
·
Setelah Agustus RI
merdeka, Belanda memblokade ekonomi Indonesia shg sulit bagi RI untuk
ber-ekspor & impor. Upaya utk menembusnya a.l. sbb :
·
Membantu India yang
kelaparan dgn mengirim 500.000 ton beras.
·
Mengadakan hubungan
dagang langsung dgn negara lain seperti AS.
·
Merehabilitasi
pabrik-pabrik gula.
·
Kasimo
Plan : anjuran
memperbanyak kebun bibit & padi unggul.
1.
2. Sistem
Ekonomi Gerakan Benteng
·
Meningkatkan
penghasilan Negara, melalui peninjauan kembali kebijakan moneter.
·
Menasionalisasi de Javasche bank menjadi Bank Indonesia (BI).
·
Dengan “Program
Benteng” berarti pengusaha pribumi memiliki kesempatan berpartisipasi membangun
perekonomian nasional.
1.
3. Nasionalisasi
Ekonomi Masyarakat
·
Prioritas program
adalah “Kebijakan Indonesianisasi” (pengusaha pribumi mengubah ekonomi kolonial
menjadi ekonomi nasional).
·
Perusahaan asing wajib
melatih & member tanggung jawab kpd tenaga Indonesia utk menduduki jabatan
staf.
·
Mendirikan perusahaan
Negara.
·
Menyediakan kredit.
·
Memberikan
perlindungan dlm persaingan dgn perusahaan asing.
5. Rangkuman
Materi IPS Kelas IX Bab 5 Semester 1 (Perubahan Sosial Budaya)
1.
A. HAKEKAT
PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
Perubahan itu dapat
terjadi di berbagai aspek kehidupan,
1.
Peralatan dan
perlengkapan hidup mencakup pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga,
senjata, alat produksi, dan transportasi.
2.
Mata pencaharian dan
sistem ekonomi meliputi pertanian, peternakan, dan sistem produksi.
1.
Sistem kemasyarakatan
mencakup sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, dan sistem
perkawinan.
2.
Bahasa dahulu
disampaikan secara lisan. Sekarang bahasa dapat disampaikan melalui beragam
media, seperti tulisan, sandi, dan sebagainya.
3.
Kesenian mencakup seni
rupa, seni suara, dan seni tari. .
4.
Sistem pengetahuan
berkaitan dengan teknologi.
1.
Religi atau sistem
kepercayaan dahulu kala berwujud sistem keyakinan dan gagasan tentang dewa, roh
halus, dan sebagainya.
Berikut ini pengertian
perubahan sosial yang dikemukakan oleh para ahli sosiologi :
1.
Max Iver mengemukakan
bahwa perubahan sosial berarti perubahan dalam hubungan sosial atau sebagai
perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial (dalam buku A Text Book of
Sociology).
2.
Kingsley Davis
mengemukakan perubahan sosial sebagai perubahan perubahan yang terjadi dalam
struktur dan fungsi masyarakat (dalam buku Human Society).
3.
Selo Sumardjan
mengartikan perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga
kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat (dalam buku Perubahan Sosial di
Yogyakarta).
Jadi, dapat
disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah
perubahan struktur dan fungsi sosialnya. Oleh karena itu,
perubahan sosial berkaitan erat dengan perubahan kebudayaan dan seringkali
perubahan sosial berakibat pada perubahan budaya.
Berikut ini pengertian
perubahan sosial budaya dari beberapa tokoh.
1.
Max Weber berpendapat
bahwa perubahan sosial budaya adalah perubahan situasi dalam masyarakats ebagai
akibat adanya ketidaksesuaian unsur-unsur (dalam buku Sociological Writings).
2.
W. Kornblum
berpendapat bahwa perubahan sosial budaya adalah perubahan suatu budaya
masyarakat secara bertahap dalam jangka waktu lama (dalam buku Sociology in
Changing World).
1.
B. PERBEDAAN
& HUBUNGAN PERUBAHAN SOSIAL & BUDAYA
Perubahan sosial dan
budaya memiliki satu aspek yang sama, yaitu kedua-keduanya bersangkut paut
dengan suatu penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan tentang cara suatu
masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya.
Perbedaan antara perubahan
sosial dan budaya dapat dilihat dari arahnya. Perubahan sosial merupakan
perubahan dalam segi struktur dan hubungan sosial, sedangkan perubahan budaya
merupakan perubahan dalam segi budaya masyarakat. Perubahan sosial terjadi
dalam segi distribusi kelompok umur, jenjang pendidikan, dan tingkat kelahiran
penduduk. Perubahan budaya meliputi penemuan dan penyebaran masyarakat,
perubahan konsep nilai susila dan moralitas, bentuk seni baru dan kesetaraan
gender.
Dengan demikian, suatu
perubahan dikatakan sebagai perubahan sosial budaya apabila memiliki
karakteristik sebagai berikut.
1.
Tidak ada masyarakat
yang perkembangannya berhenti karena setiap masyarakat mengalami perubahan
secara cepat ataupun lambat.
2.
Perubahan yang terjadi
pada lembaga kemasyarakatan akan diikuti perubahan pada lembaga sosial yang
ada.
3.
Perubahan yang
berlangsung cepat biasanya akan mengakibatkan kekacauan sementara karena orang
akan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.
4.
Perubahan tidak dapat
dibatasi pada bidang kebendaan atau spiritual saja karena keduanya saling
berkaitan.
1.
C. BENTUK-BENTUK
PERUBAHAN SOSIAL & BUDAYA
1.
Perubahan Evolusi dan Revolusi
Perubahan evolusi dan
revolusi adalah sebagai berikut.
1.
Perubahan
evolusi adalah
perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam proses yang lambat dan dalam
waktu yang cukup lama tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang
bersangkutan.
2.
Perubahan
revolusi adalah peru
bahan yang berlangsung secara cepat dan tidak ada kehendak atau direncanakan
sebelumnya. Pe rubahan ini terjadi bisa karena sudah direncanakan sebelumnya
atau tidak sama sekali.
1.
2. Perubahan
yang Dikehendaki dan Tidak Dikehendaki
1.
Perubahan
yang direncanakan adalah perubahan
yang terjadi karena adanya perkiraan atau perencanaan oleh pihak-pihak yang
menghendaki perubahan tersebut. (agen of change). Misalnya, perubahan yang
dilakukan pemerintah melalui perundang-undangan untuk melarang anggota dewan
merangkap sebagai pegawai negeri sipil.
1.
Perubahan
yang tidak direncanakan adalah
perubahan yang berlangsung di luar kehendak dan pengawasan masyarakat.
Perubahan ini biasanya menimbulkan pertentangan yang merugikan kehidupan
masyarakat yang bersangkutan. Misalnya, kecenderungan untuk mempersingkat
prosesi adat pernikahan yang memerlukan biaya besar dan waktu lama meskipun
perubahan ini tidak dikehendaki masyarakat tapi tidak sanggup untuk
menghindarinya.
1.
3. Perubahan
Kecil dan Besar
1.
Perubahan
kecil diartikan
perubahan yang terjadi pacta unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh
langsung atau berarti bagi masyarakat. Contohnya perubahan model pakaian,
rambut, sepatu, dan lain-lain yang tidak berpengaruh signifikan terhadap
masyarakat keseluruhan sebab tidak menimbulkan perubahan pada lembaga
kemasyarakatan.
1.
Perubahan
besar adalah perubah
an yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang memberi pengaruh langsung
atau berarti bagi masyarakat. Contohnya, pengelolaan pertanian dengan pemakaian
alat pertanian dari mesin (traktor) pada masyarakat agraris merupakan perubahan
yang membawa pengaruh besar.
1.
D. FAKTOR
PENYEBAB PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
1.
1. Perubahan
dari dalam Masyarakat (Intern)
1. Perubahan Penduduk
2. Pemberontakan atau
Revolusi
3. Peranan Nilai yang
Diubah
4. Peran Tokoh
Kharismatik
5. Penemuan Baru
1.
2. Perubahan
dari Luar Masyarakat (Ekstern)
1.
Pengaruh Lingkungan
Alam
2.
Kebudayaan Masyarakat
Lain
3.
Peperangan
1).
Faktor Pendorong Perubahan Sosial Budaya
1.
Timbunan Kebudayaan
dan Penemuan Baru
2.
Perubahan Jumlah
Penduduk
3.
Pertentangan atau
Konflik
4.
Terjadinya
Pemberontakan atau Revolusi
5.
Sistem Terbuka Lapisan
Masyarakat
6.
Sikap Menghargai Hasil
Karya Seseorang dan Ke!ng!nan untuk Maju
7.
Sistem Pendidikan
Formal yang Maju
8.
Orientasi ke Masa
Depan
9.
i. Akulturasi
Akulturasi merupakan
pertemuan dua kebudayaan dari bangsa yang berbeda dan saling memengaruhi.
Proses akulturasi berlangsung lama dan terus-menerus. Proses ini berakibat pada
perpaduan kebudayaan sehingga pola budaya semua akan berubah.
1.
j. Asimilasi
Asimilasi adalah
perpaduan dua kebudayaan yang berbeda secara berangsur angsur berkembang
sehingga memunculkan budaya baru.
2).
Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya
Faktor penghambat
perubahan sosial budaya adalah sebagai berikut.
1.
Perkembangan ilmu
pengetahuan yang terhambat.
2.
Sikap masyarakat yang
sangat tradisional.
3.
Kurangnya hubungan
dengan masyarakat lain.
4.
Adanya
kepentingan-kepentingan yang telah tertanam kuat.
5.
Rasa takut dengan
adanya kegoyahan pada integrasi kebudayaan.
6.
Hambatan yang bersifat
ideologis.
7.
Adat atau kebiasaan.
3).
Dampak Perubahan Sosial Budaya
1.
a. Akibat
Positif
Perubahan dapat
terjadi apabila masyarakat dengan kebudayaan mampu menyesuaikan diri dengan
gerak perubahan. Keadaan masyarakat yang memiliki kemampuan dalam menyesuaikan
disebut adjusment, sedangkan bentuk penyesuaian masyarakat dengan gerak
perubahan disebut integrasi.
1.
b. Akibat
Negatif
Akibat negatif terjadi
apabila masyarakat dengan kebudayaannya tidak mampu menyesuaikan diri dengan
gerak perubahan. Ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan
disebut maladjusment. Maladjusment akan menimbulkan disintegrasi.
1.
E. SIKAP
KRITIS ADANYA PENGARUH PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
Contoh sikap
masyarakat karena adanya perubahan sosial budaya adalah sebagai berikut.
1.
Aksi
protes adalah
pergolakan massa yang bersifat umum sebagai perwujudan rasa tidak puas terhadap
keputusan-keputusan dan kejadian di masyarakat.
2.
Demonstrasi adalah gerakan massa yang bersifat
langsung dan terbuka serta dengan lisan ataupun tulisan dalam memperjuangkan
kepentingan yang disebabkan oleh adanya penyimpangan sistem, perubahan yang
inskontitusional dan tidak efektifnya sistem yang berlaku.
3.
Kenakalan
remaja adalah suatu
perbuatan antisosial yang dilakukan oleh anak remaja. Kenakalan remaja muncul
dari keluarga yang tidak harmonis karena kurangnya pengawasan dalam keluarga.
Bentuk-bentuk kenakalan remaja adalah membolos sekolah, berkelahi,
minum-minuman keras, dan mengebut di jalan raya.
4.
Kriminalitas adalah pelanggaran norma hukum yang dilakukan
seseorang dan dapat diancam sanksi pidana. Kriminalitas disebabkan oleh
pertentangan kebudayaan, perbedaan ideologi politik, perbedaan pendapat dari
mental yang tidak stabil.
5.
Pergolakan
Daerah adalah gerakan
sosial vertikal dan horizontal yang dilakukan secara serentak dengan banyak
cara untuk memaksakan kehendak.
Adapun hal-hal yang
dapat dilakukan terhadap pengaruh dari luar, antara lain sebagai berikut.
1.
Mengambil
pengaruh positif budaya Barat, seperti tepat waktu (disiplin),
belajar keras, dan rajin belajar berbagai ilmu pengetahuan.
2.
Membentengi diri dengan ilmu agama.
1.
Mengenal dan mencintai kebudayaan sendiri serta berusaha
melestarikannya.
6. Rangkuman
Materi IPS Kelas IX Bab 6 Semester 1 (Perilaku Masyarakat di Era Global)
A. Modernisasi dan
Globalisasi
1. Pengertian
Modernisasi
Modernisasi
diartikan sebagai perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan
yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat
yang modern. Pengertian
modernisasi berdasar pendapat para ahli adalah sebagai berikut.
1.
Widjojo
Nitisastro, modernisasi adalah
suatu transformasi total dari kehidupan bersama yang tradisional atau pramodern
dalam arti teknologi serta organisasi sosial, ke arah pola-pola ekonomis dan
politis.
2.
Soerjono
Soekanto, modernisasi adalah
suatu bentuk dari perubahan sosial yang terarah yang didasarkan pada suatu
perencanaan yang biasanya dinamakan social planning.
(dalam buku Sosiologi: suatu pengantar)
Dengan dasar
pengertian di atas maka secara garis besar istilah modern mencakup pengertian sebagai berikut.
1.
Modern berarti berkemajuan yang rasional dalam segala bidang dan meningkatnya taraf penghidupan masyarakat secara menyeluruh dan
merata.
2.
Modern berarti berkemanusiaan dan tinggi nilai peradabannya dalam pergaulan hidup dalam
masyarakat.
Soerjono
Soekanto mengemukakan
bahwa sebuah modernisasi memiliki syarat syarat tertentu, yaitu sebagai
berikut.
1.
Cara berpikir
yang ilmiah yang berlembaga dalam kelas penguasa
ataupun masyarakat.
2.
Sistem administrasi negara yang baik, yang benar-benar
mewujudkan birokrasi.
1.
Adanya sistem
pengumpulan data yang baik dan teratur
yang terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu.
2.
Penciptaan iklim yang
menyenangkan dan masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan
alat-alat komunikasi massa.
3.
Tingkat organisasi
yang tinggi yang di satu pihak berarti disiplin, sedangkan
di lain pihak berartipengurangan kemerdekaan.
4.
Sentralisasi
wewenang dalam
pelaksanaan perencanaan sosial.
2. Pengertian
Globalisasi
Globalisasi
adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut
informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronik. Khususnya, globalisasi terbentuk oleh adanya
kemajuan di bidang komunikasi dunia. Ada pula yang mendefinisikan globalisasi
sebagai hilangnya batas ruang dan waktu akibat kemajuan teknologi
informasi.
Globalisasi terjadi
karena faktor-faktor nilai budaya luar, seperti:
1.
selalu meningkatkan
pengetahuan; f.
etos kerja;
2.
patuh
hukum;
g. kemampuan memprediksi;
3.
kemandirian;
h. efisiensi dan produktivitas;
4.
keterbukaan;
i. keberanian bersaing; dan
5.
rasionalisasi;
j. manajemen resiko.
Globalisasi terjadi
melalui berbagai saluran, di antaranya:
1.
lembaga pendidikan dan
ilmu pengetahuan;
2.
lembaga keagamaan;
3.
indutri internasional
dan lembaga perdagangan;
4.
wisata mancanegara;
5.
saluran komunikasi dan
telekomunikasi internasional;
6.
lembaga internasional
yang mengatur peraturan internasional;
7.
lembaga kenegaraan
seperti hubungan diplomatik dan konsuler.
Globalisasi
berpengaruh pada hampir semua aspek kehidupan masyarakat. Ada masyarakat yang dapat menerima adanya globalisasi, seperti
generasi muda, penduduk dengan status sosial yang tinggi, dan masyarakat kota.
Namun, ada pula masyarakat yang sulit menerima atau bahkan menolak globalisasi
seperti masyarakat di daerah terpencil, generasi tua yang kehidupannya stagnan,
dan masyarakat yang belum siap baik fisik maupun mental.
Unsur globalisasi
yang sukar diterima masyarakat adalah sebagai berikut.
1.
Teknologi yang rumit dan mahal.
2.
Unsur budaya luar yang
bersifat ideologi dan religi.
3.
Unsur
budaya yang sukar disesuaikan dengan
kondisi masyarakat.
Unsur globalisasi
yang mudah diterima masyarakat adalah sebagai berikut.
1.
Unsur yang mudah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi
masyarakat.
2.
Teknologi
tepat guna, teknologi yang
langsung dapat diterima oleh masyarakat.
3.
Pendidikan
formal di sekolah.
B. Dampak Modernisasi
dan Globalisasi terhadap Perubahan Sosial Budaya
1. Dampak Positif
Dampak positif
modernisasi dan globalisasi tersebut sebagai berikut.
1.
a. Perubahan
Tata Nilai dan Sikap
Adanya modernisasi dan
globalisasi dalam budaya menyebabkan pergeseran nilai dan sikap masyarakat yang
semua irasional menjadi rasional.
1.
b. Berkembangnya
ilmu pengetahuan dan teknologi
Dengan berkembangnya
ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat menjadi lebih mudah dalam
beraktivitas dan mendorong untuk berpikir lebih maju.
c. Tingkat Kehidupan yang lebih Baik
Dibukanya industri
yang memproduksi alat-alat komunikasi dan transportasi yang canggih merupakan
salah satu usaha mengurangi penggangguran dan meningkatkan taraf hidup
masyarakat.
2. Dampak Negatif
Dampak negatif
modernisasi dan globalisasi adalah sebagai berikut.
1.
a. Pola
Hidup Konsumtif
Perkembangan industri
yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan masyarakat melimpah. Dengan
begitu masyarakat mudah tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan
yang ada.
1.
b. Sikap
Individualistik
Masyarakat merasa
dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka merasa tidak lagi membutuhkan
orang lain dalam beraktivitasnya. Kadang mereka lupa bahwa mereka adalah
makhluk sosial.
c. Gaya Hidup Kebarat-baratan
Tidak semua budaya
Barat baik dan cocok diterapkan di Indonesia. Budaya negatif yang mulai
menggeser budaya asli adalah anak tidak lagi hormat kepada orang tua, kehidupan
bebas remaja, dan lain-lain.
d. Kesenjangan Sosial
Apabila dalam suatu
komunitas masyarakat hanya ada beberapa individu yang dapat mengikuti arus
modernisasi dan globalisasi maka akan memperdalam jurang pemisah antara
individu dengan individu lain yang stagnan. Hal ini menimbulkan kesenjangan
sosial.
C.
Respon Masyarakat terhadap Perubahan Sosial Budaya
Perubahan sosial
budaya yang terjadi dalam masyarakat, ada masyarakat yang dapat menerima dan
ada yang tidak dapat menerima. Masyarakat yang tidak dapat menerima perubahan
biasanya masih memiliki pola pikir yang tradisional. Pola pikir masyarakat yang tradisional mengandung
unsur-unsur dibawah ini:
1.
bersifat sederhana,
2.
memiliki daya guna
dan produktivitas rendah,
3.
bersifat tetap
atau monoton,
4.
memiliki sifat irasional, yaitu tidak didasarkan pada pikiran
tertentu.
Sedangkan
perilaku masyarakat yang tidak bisa menerima perubahan
sosial budaya, di antaranya sebagai berikut.
1.
Perilaku masyarakat
yang bersifat tertutup atau kurang membuka diri untuk berhubungan dengan
masyarakat lain;
2.
Masih memegang teguh tradisi yang sudah ada;
3.
Takut
akan terjadi kegoyahan dalam
susunan/struktur masyarakat, jika terjadi integrasi kebudayaan;
4.
Berpegang pada
ideologinya dan beranggapan sesuatu yang
baru bertentangan dengan ideologimasyarakat yang sudah ada
Masyarakat tradisional
cenderung sulit menerima budaya asing yang masuk ke lingkungannya, namun ada
juga yang mudah menerima budaya asing dalam kehidupannya. Hal ini disebabkan
unsur budaya asing tersebut membawa kemudahan bagi kehidupannya. Pada umumnya,
unsur budaya yang membawa perubahan sosial budaya dan mudah diterima masyarakat adalah, jika:
1.
unsur kebudayaan
tersebut membawa manfaat yang besar,
2.
peralatan yang mudah dipakai dan memiliki manfaat,
3. unsur
kebudayaan yang mudah menyesuaikan dengan keadaan masyarakat
yang menerima unsur tersebut.
Unsur budaya
yang tidak dapat diterima oleh masyarakat adalah:
1.
unsur kebudayaan yang
menyangkut sistem kepercayaan,
2.
unsur kebudayaan yang
dipelajari taraf pertama proses sosialisasi.
Sebaliknya, masyarakat
modern yang memiliki pola pikir yang berbeda. Unsur yang terkandung dalam pola pikir masyarakat modern adalah:
1.
bersifat dinamis atau selalu berubah mengikuti perkembangan zaman,
2.
berdasarkan akal
pikiran manusia dan senantiasa mengembangkan efisiensi dan efektivitas, serta
3.
tidak mengandalkan atau
mengutamakan kebiasaan atau tradisi masyarakat.
7. Rangkuman
Materi IPS Kelas IX Bab 7 Semester 1 (Uang dan LKBB)
1.
A. UANG
1.
1. Sejarah
Uang
Tukar-menukar antara
barang dengan barang lain yang dinamakan barter (pertukaran innatura).
Pertukaran barang
dengan barang dapat terjadi jika syarat-syarat dapat dipenuhi. Syarat-syarat
itu sebagai berikut.
1.
Orang-orang yang akan
melakukan pertukaran harus memiliki barang yang akan ditukarkan.
2.
Orang-orang yang akan
melakukan pertukaran harus saling membutuhkan barang yang akan dipertukarkan tersebut
pada waktu yang sama.
3.
Barang-barang yang
akan dipertukarkan harus mempunyai nilai yang sama.
Pada umumnya
benda-benda yang digunakan sebagai uang barang oleh masyarakat setempat
memiliki sifat-sifat sebagai berikut.
1.
Digemari oleh
masyarakat setempat.
2.
Jumlahnya terbatas.
3.
Mempunyai
nilai tinggi.
Namun dalam
kenyataannya uang barang tersebut masih mengandung kelemahan juga. Kelemahannya
sebagai berikut.
1.
Sulit dipindahkan.
2.
Tidak tahan lama.
3.
Sulit disimpan.
4.
Nilainya tidak tetap.
5.
Sulit dibagi tanpa mengurangi
nilainya.
6.
Bersifat
lokal.
Mengapa masyarakat
memilih emas atau perak sebagai alat perantara pertukaran?
Alasannya sebagai
berikut.
1.
Emas dan perak
merupakan barang yang dapat diterima oleh semua anggota masyarakat karena
memiliki nilai yang tinggi dan jumlahnya langka.
2.
Jika dipecah nilainya
tetap (tidak berkurang).
3.
Tahan lama
(tidak mudah rusak).
Akan tetapi,
penggunaan emas dan perak juga masih mengandung kelemahan untuk memenuhi
tuntutan kebutuhan pertukaran masyarakat. Kelemahannya sebagai berikut.
1.
Jumlahnya sangat
terbatas sehingga tidak mudah untuk mencukupi kebutuhan masyarakat akan
pertukaran.
2.
Kandungan
emas tiap daerah tidak sama sehingga menyebabkan persediaan emas tidak sama.
Di Indonesia, sekarang
beredar uang kertas dan uang logam yang dikeluarkan Bank Indonesia. Kedua jenis
uang tersebut memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.
1.
Dapat Diterima oleh
Masyarakat Umum
2.
Mudah Dibawa ke
Mana-mana
3.
Mudah Dibagi Tanpa
Mengurangi Nilai
4.
Jumlahnya Terbatas
Sehingga Tetap Berharga
5.
Ada Jaminan
2.
Mudah Disimpan dan
Nilainya Tetap
Uang kertas yang
beredar merupakan uang kertas
kepercayaan
(fiduciary) atau uang tanda (token money). Disebut uang kepercayaan karena
nilai bahan untuk membuat uang jauh lebih rendah daripada nilai yang tertera
(tertulis) dalam uang. Uang kertas juga merupakan uang tanda,karena masyarakat
bersedia menerima uang kertas dengan alasan terdapat tanda sah sebagai uang
yang dikeluarkan oleh pemerintah
Penggunaan uang kertas
mempunyai berbagai keuntungan dan kerugian. Keuntungan tersebut adalah sebagai
berikut.
1.
Ongkos bahan dan
pembuatan murah.
2.
Mudah dibawa.
Adapun kelemahan dari
penggunaan uang kertas adalah sebagai berikut.
1.
Terkadang mudah
dipalsukan.
b.
Tidak tahan lama.
1.
2. Jenis-jenis
Uang
Berdasarkan bahan
pembuatnya dapat dibedakan :
1.
Uang Kertas
2.
Uang Logam
Berdasarkan lembaga
yang mengeluarkan dapat dibedakan :
a. Uang kartal
(kepercayaan) yaitu uang yang dikeluarkan oleh negara berdasarkan undang-
undang dan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Uang kartal di negara kita
terdiri atas uang logam dan uang kertas.
b. Uang giral
(simpanan di bank) yaitu dana yang disimpan pada rekening koran di bank-bank
umum yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan untuk melakukan pembayaran dengan
perantara cek, bilyet giro, atau perintah membayar. Uang giral dikeluarkan oleh
bank umum dan merupakan uang yang tidak berujud karena hanya berupa saldo
tagihan di bank.
Berdasarkan nilainya
dapat dibedakan :
1.
Uang bernilai penuh,
yaitu uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) sama dengan nilai nominalnya.
Pada umumnya, uang yang bernilai penuh terbuat dari logam.
2.
Uang tidak bernilai
penuh, yaitu uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) lebih rendah daripada
nilai nominalnya. Pada umumnya, uang yang tidak bernilai penuh terbuat dari
kertas.
1.
3. Fungsi
Uang
1.
Fungsi Asli :
1.
Alat tukar umum
2.
Alat satuan hitung
1.
Fungsi Turunan :
1.
Alat pembayaran
2.
Alat menabung
3.
Pemindah kekayaan
4.
Pembentuk/penimbun
kekayaan
5.
Pendorong kegiatan
ekonomi
1.
4. Nilai
Uang
Nilai uang adalah
kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan sejumlah barang tertentu.
Nilai uang tersebut
dapat dibedakan menjadi tiga maca,yaitu :
1.
Nilai Nominal
Nilai nominal uang
adalah nilai yang tertera/tertulis pada setiap mata uang yang bersangkutan.
1.
Nilai Intrinsik
Nilai intrinsik uang
adalah nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang.
1.
Nilai Riil
Nilai riil uang adalah
nilai yang dapat diukur dengan jumlah barang dan jasa yang dapat ditukar dengan
uang itu. Jika uang Rp1.000,00 dapat ditukar dengan satu gelas minuman teh,
maka dapat dikatakan bahwa nilai riil uang Rp1 .000,00 adalah segelas minuman
teh.
Berdasarkan
penggunaannya, nilai uang dapat dibedakan :
1.
Nilai Internal
Nilai internal uang
adalah daya beli uang terhadap barang dan jasa. Contoh: dengan uang Rp5.000,00
kalian dapat membeli sebuah buku tulis, maka nilai internal uang Rp5.000,00
tersebut adalah sebuah buku tulis.
1.
Nilai Eksternal
Nilai eksternal uang
adalah nilai uang dalam negeri, jika dibandingkan dengan mata uang asing, yang
lebih dikenal dengan kurs. Kurs ada dua macam yaitu kurs jual dan kurs beli.
Kurs jual adalah kurs yang berlaku apabila bank menjual valuta asing. Sedangkan
kurs beli adalah kurs yang berlaku apabila bank membeli valuta asing. Contoh: kalian
dapat menukarkan uang Rp9.000,00 dengan satu dollar Amerika Serikat di bank
yang melayani penukaran valuta asing. Dalam hal ini nilai kurs Rupiah terhadap
dollar Amerika Serikat (US $1 = Rp9.000,00).
1.
B. LEMBAGA
KEUANGAN
Lembaga Keuangan
adalah lembaga yang kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat dan
menyalurkannya lagi kepada masyarakat. Lembaga keuangan merupakan perantara
antara pihak pihak yang mempunyai kelebihan dana dengan pihak yang memerlukan
dana. Lembaga keuangan terdiri atas bank dan lembaga keuangan bukan bank.
1.
1. BANK
1.
a. Pengertian
Bank
Kata bank berasal dari
bahasa Italia, yaitu banca yang berarti meja yang digunakan sebagai tempat
penukaran uang. Menurut Undang-Undang N0. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, yang
dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat
dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya dalam bentuk kredit dan atau
bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak.
Pada dasarnya bank
tersebut dapat dikelompokkan menjadi Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat.
Selain itu, juga terdapat Bank Sentral dan Bank Indonesia.
Bank Sentral diatur
oleh Undang Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 1999 tentang Kemandirian
Bank Sentral, sedangkan Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat diatur oleh
Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan yang
disahkan pada tanggal 25 Maret 1992.
1.
b. Azas,
Tujuan, dan Fungsi Bank
Menurut pasal 3
Undang-Undang No. 7 Tahun 1992, fungsi utama Perbankan Indonesia adalah sebagai
penghimpun dan sebagai penyalur dana masyarakat. Menurut Pasal 4 Undang-Undang
No. 7 Tahun 1992 Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan
pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi,
dan stabilitas ekonomi ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak.
Sesuai dengan fungsi
dan tujuan bank tersebut, ada tiga tugas utama bank yang juga dikenal dengan
produk-produk bank, yaitu :
1.
Penghimpun dana
masyarakat (kredit pasif)
2.
Penyalur dana
masyarakat (kredit aktif)
3.
Perantara lalu lintas
pembayaran
1.
c. Jenis-jenis
Bank
Menurut Pasal 5
Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998, jenis bank terdiri atas bank umum dan bank
perkreditan rakyat (BPR). Selain itu, juga terdapat Bank Sentral yaitu Bank
Indonesia.
1.
Bank Sentral (Bank
Indonesia)
Tujuan Bank Indonesia
adalah mengatur dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah
tampak dari perkembangan laju inflasi dan perkembangan nilai tukar rupiah terhadap
mata uang asing.
Tugas Bank Indonesia,
antara lain :
a)
Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter.
b)
Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.
c)
Mengatur dan mengawasi bank.
d).
Sebagai penyedia dana terakhir bagi bank umum, dalam bentuk bantuan
likuiditas Bank Indonesia.
1.
Bank Umum
Bank umum yang
berbentuk hukum Perseroan Terbatas (PT) ada yang dimiliki negara dan swasta.
Bank umum milik negara tersebut adalah Bank BNI, Bank Mandiri, Bank Rakyat
Indonesia (BRI), dan Bank Tabungan Negara (BTN).
Sedangkan bank umum
berbentuk PT yang dimiliki swasta terdiri atas bank swasta nasional dan swasta
asing. Bank swasta nasional tersebut misalnya Bank Central Asia (BCA), Lippo
Bank, Bank Danamon, dan Bank Internasional Indonesia (BII). Bank umum swasta
asing misalnya First National City Bank (Citibank). Bank of America, Chase
Manhattan Bank, Standard Chartered Bank, dan Bank of Tokyo.
Bank umum yang
berbentuk koperasi, misalnya Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin), Bank Umum
Koperasi Kahoeripan, dan Bank Umum Koperasi Jawa Barat.
Pemerintah daerah di
Indonesia memiliki perusahaan daerah. Perusahaan daerah tersebut bergerak di
bidang usaha antara lain perbankan. Bank milik pemerintah daerah terdapat pada
setiap daerah tingkat satu. Misalnya, Bank Nagari (Sumatra Barat), BPD Bali,
Bank DKI, Bank Jabar, Bank Jatim, BPD Yogyakarta, dan BPD Maluku.
1.
3. Bank
Perkreditan Rakyat
Bank Perkreditan
Rakyat hanya diperbolehkan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan atau bentuk lain yang
dipersamakan dengan itu. Namun, BPR juga boleh memberikan kredit kepada
masyarakat sebagaimana dilakukan oleh bank umum.
Bank Syariah adalah
bank yang melaksanakan kegiatan usaha menurut syariah Islam. Pada bank Syariah
dikenal beberapa istilah dalam melaksanakan kegiatannya, misalnya :
1.
Mudharabah, yaitu
prinsip bagi hasil,
1.
Musharakah, yaitu
pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal,
2.
Murabahah, yaitu
prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan, dan
3.
Ijarah, yaitu
pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa murni tanpa pilihan.
1.
2. LEMBAGA
KEUANGAN BUKAN BANK (LKBB)
Menurut Surat
Keputusan Menteri Keuangan RI No. KEP-38/MK/IV/I972, Lembaga Keuangan Bukan
Bank (LKBB) adalah semua lembaga (badan) yang melakukan kegiatan dalam bidang
keuangan yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun dana dengan cara
mengeluarkan surat-surat berharga, kemudian menyalurkan kepada masyarakat
terutama untuk membiayai investasi perusahaan-perusahaan.
Kegiatan usaha yang
dilakukan oleh lembaga keuangan bukan bank adalah sebagai berikut.
1.
Menghimpun dana dengan
cara mengeluarkan surat-surat berharga.
2.
Memberikan kredit
jangka menengah dan panjang kepada perusahaan atau proyek yang dimiliki oleh
pemerintah maupun swasta.
3.
Menjadi perantara bagi
perusahaan-perusahaan Indonesia dan badan hukum pemerintah untuk mendapatkan
kredit dari dalam maupun luar negeri.
4.
Melakukan penyertaan
modal di perusahaan-perusahaan dan penjualan saham saham di pasar modal.
5.
Melakukan usaha lain
di bidang keuangan setelah mendapat persetujuan Menteri Keuangan.
6.
Menjadi perantara bagi
perusahaan-perusahaan untuk mendapatkan tenaga ahli di bidang keuangan.
Contoh LKBB adalah
Perusahaan Asuransi, Koperasi Kredit, dan Perum Pegadaian, dll.
8. Rangkuman
Materi IPS Kelas IX Bab 8 Semester 1 (Perdagangan Internasional)
1.
Valuta Asing
Perdagangan
internasional me nimbulkan kebutuhan akan mata uang asing karena perdagangan
ini melibatkan orang-orang yang berbeda negaranya. Oleh karena itu, muncullah
kebutuhan akan mata uang asing. Mata uang asing tersebut juga disebut valuta
asing (valas).
Untuk kepentingan
transaksi internasional, orang memerlukan valuta asing. Valuta asing tersebut
bisa dibeli karena memang ada lembaga yang memperjualbelikan valuta asing.
1.
Pengertian Bursa
Valuta Asing
Tempat atau lembaga
yang memperdagangkan berbagai jenis mata uang asing disebut bursa valuta asing. Bursa valuta asing diselenggarakan
oleh bank pemerintah, bank swasta nasional, dan bank swasta asing yang sudah
menjadi bank devisa serta lembaga yang mengkhususkan kegiatannya dalam
perdagangan mata uang asing. Lembaga yang mengkhususkan kegiatannya dalam
perdagangan mata uang asing disebut money changer.
Ada beberapa peristilahan tentang kurs valuta asing yaitu
sebagai berikut.
1.
Kurs beli menunjukkan
harga beli valuta asing pada saat bank/money changer membeli valas (valuta
asing) atau pada saat seseorang menukarkan valas dengan rupiah.
2.
Kurs jual menunjukkan
harga jual valuta asing pada saat bank/money changer menjual valas atau pada
saat seseorang menukarkan rupiah dengan valas.
c. Kurs tengah
merupakan kurs antara kurs jual dan kurs beli (hasil bagi dua dari
penjumlahan kurs beli dan kurs jual).
1.
Pengguna Jasa Bursa
Valas
2.
Orang yang membiayai
anggota keluarganya yang hidup di luar negeri.
3.
Para importir yang
hendak membayar eksportir di luar negeri.
4.
Para investor dalam
negeri yang ingin membayar kewajiban-kewajibannya terhadap orang di luar
negeri.
5.
Orang-orang di dalam
negeri yang akan membayar utang atau bunganya ke luar negeri.
6.
Pedagang valas yang
melakukan spekulasi terhadap naik turunnya nilai valuta asing.
7.
Orang-orang dalam
negeri yang akan berkunjung ke luar negeri.
8.
Perusahaan-perusahaan
asing (yang ada di Indonesia) yang akan membayar dividen kepada para pemegang
sahamnya di luar negeri.
9.
Pemerintah yang
membutuhkan valuta asing untuk membiayai perwakilan-perwakilannya di luar
negeri, menyelesaikan utang-utang luar negeri yang telah jatuh tempo, membayar
bunga, dan untuk keperluan luar negeri lainnya.
1.
Fungsi Pasar Valas
1.
memperlancar
terjadinya kegiatan ekspor dan impor,
2.
memperlancar penukaran
valuta asing,
3.
memperlancar
pemindahan dana dari suatu negara ke negara lainnya,
4.
memberikan tempat para
pedagang valuta asing untuk melakukan spekulasi.
1.
Perdagangan
Internasional
1.
Pengertian Perdagangan
Internasional
Proses tukar-menukar
barang atau jasa yang terjadi antara satu negara dengan negara yang lain inilah
yang disebut perdagangan internasional. Dalam perdagangan antarnegara tersebut
melibatkan eksportir dan
importir.
1.
Penyebab Timbulnya
Perdagangan Internasional
1.
Perbedaan hasil
produksi
2.
Perbedaan harga barang
3.
Adanya keinginan
meningkatkan produktivitas
1.
Faktor-faktor
Penghambat Perdagangan Internasional
1.
Tidak amannya suatu
Negara
2.
Kebijakan ekonomi
internasional yang dilakukan suatu Negara
3.
Tidak stabilnya kurs
mata uang asing
1.
Perbedaan Perdagangan
Dalam Negeri & Luar Negeri
|
No.
|
Aspek
|
Perdagangan dalam negeri
|
Perdagangan
luar negeri
|
|
1
|
Jangkauan wilayah
|
Satu wilayah negara
|
Menjangkau beberapa negara
|
|
2
|
Cara pembayaran
|
Satu macam uang
|
Bermacam-macam uang (valuta asing)
|
|
3
|
Sistem distribusi
|
Sebagian besar sistem distribusi
langsung
|
Sistem distribusi tidak langsung
|
|
1.
4
|
Peraturan yang berlaku
|
Menggunakan aturan satu negara
sendiri
|
Aturan dari beberapa negera yang
terlibat
|
|
1.
5
|
Tingkat Persaingan
|
Kurang ketat karena bersaing
dengan produsen dari dalam negeri
|
Lebih ketat karena melibatkan
produsen dari berbagai negara
|
|
1.
6
|
Biaya angkutan
|
Lebih murah karena dalam satu
negara
|
Lebih mahal karena jangkauannya
beberapa negara
|
1.
Kegiatan Ekspor &
Impor
1.
Ekspor
Banyak orang atau
badan hukum yang melakukan penjualan barang ke luar negeri. Kegiatan tersebut
disebut ekspor, dan orang atau badan yang melakukannya dinamakan eksportir.
Dengan adanya ekspor,
pemerintah memperoleh pendapatan berupa devisa. Semakin banyak ekspor semakin
besar devisa yang diperoleh negara. Secara garis besar, barang-barang yang
diekspor oleh Indonesia terdiri atas dua macam, yaitu minyak bumi dan gas alam
(migas) dan nonmigas.
Adapun barang-barang
yang termasuk nonmigas sebagai berikut:
1) Hasil pertanian dan
perkebunan. Contohnya, karet, kopi, dan kopra.
2) Hasil laut terutama
ikan dan kerang.
3) Hasil industri.
Contohnya kayu lapis, konfeksi, minyak kelapa sawit, meubel, bahan-bahan kimia,
pupuk, dan kertas.
4) Hasil
tambang nonmigas. Contohnya bijih nekel, bijih tembaga, dan batubara.
Banyak faktor yang
dapat memengaruhi perkembangan ekspor suatu negara yaitu:
1) Kebijakan
pemerintah di bidang perdagangan luar negeri
2) Keadaan
pasar di luar negeri
3)
Kelincahan eksportir untuk memanfaatkan peluang pasar
Untuk mengembangkan
ekspor, pemerintah dapat menerapkan kebijakan kebijakan sebagai berikut:
1.
Menambah macam barang
ekspor
2.
Memberi fasilitas
kepada produsen barang ekspor
3.
Mengendalikan harga
produk ekspor di dalam negeri
4.
Menciptakan iklim
usaha yang kondusif
5.
Menjaga kestabilan
kurs valuta asing
6.
Pembuatan perjanjian
dagang internasional
7.
Peningkatan promosi
dagang di luar negeri
8.
Penyuluhan kepada
pelaku ekonomi
1.
Impor
Banyak orang atau
lembaga yang membeli barang dari luar negeri untuk dijual lagi di dalam negeri.
Kegiatan ini disebut dengan impor, dan orang atau lembaga yang melakukan impor
disebut importir.
Kegiatan impor
dilakukan jika harga barang yang bersangkutan di luar negeri lebih murah. Harga
yang lebih murah tersebut karena antara lain:
1. Negara
penghasil mempunyai sumber daya alam yang lebih banyak,
1.
Negara penghasil bisa
memproduksi barang dengan biaya yang lebih murah,
2.
Negara penghasil bisa
memproduksi barang dengan jumlah yang lebih banyak.
Dampak positif
pembatasan impor tersebut secara umum sebagai berikut:
1)
Menumbuhkan rasa cinta produksi dalam negeri.
2)
Mengurangi keluarnya devisa ke luar negeri.
3)
Mengurangi ketergantungan terhadap barang-barang impor.
4)
Memperkuat posisi neraca pembayaran.
Negara yang melakukan
pembatasan impor juga menerima dampak yang tidak diinginkan. Dampak negatifnya
sebagai berikut:
1) Jika
terjadi aksi balas-membalas kegiatan pembatasan kuota impor, maka perdagangan
internasional menjadi lesu. Dampak selanjutnya adalah, terganggunya pertumbuhan
perekonomian negara-negara yang bersangkutan.
2) Karena
produsen dalam negeri merasa tidak mempunyai pesaing, mereka cenderung kurang
efisien dalam produksinya. Bahkan tidak hanya itu, produsen juga kurang
tertantang untuk meningkatkan mutu produksinya.
1.
Dampak Perdagangan
Internasional
1.
Dampak Positif
1.
Mempererat
persahabatan antarbangsa
2.
Menambah kemakmuran
negara
3.
Menambah kesempatan
kerja
4.
Mendorong kemajuan
Ilmu Pen getahuan dan Teknologi
5.
Sumber pemasukan kas
negara
6.
Menciptakan efisiensi
dan spesialisasi
7.
Memungkinkan konsumsi
yang lebih luas bagi penduduk suatu Negara
1.
Dampak Negatif
1.
Adanya ketergantungan
suatu negara terhadap negara lain.
2.
Adanya persaingan yang
tidak sehat dalam perdagangan internasional.
3.
Banyak industri kecil
yang kurang mampu bersaing menjadi gulung tikar.
4.
Adanya pola konsumsi
masyarakat yang meniru konsumsi negara yang lebih maju.
5.
Terjadinya kekurangan
tabungan masyarakat untuk investasi. Ini terjadi karena masyarakat menjadi
konsumtif.
6.
Timbulnya penjajahan
ekonomi oleh negara yang lebih maju.
7.
Neraca Perdagangan dan
Neraca Pembayaran.